Sabtu, 23 September 2017

Dua Tanggal Merah [by Muhsin Labib]

Bulan Muharam (Suro) menjelang. Sebagian orang menganggapnya sebagai bulan kemenangan seraya baku kirim pesan pendek berisi ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriah”, berpuasa dan menyantuni anak-anak yatim. Namun, tidak sedikit umat Islam di Indonesia dan negara lain meyakininya sebagai bulan duka seraya menganggap hari kesepuluhnya sebagai puncak kedukaan tersebut. Itulah 10 Muharam, yang akrab disebut dengan “Asyura”.

Jumat, 22 September 2017

Menghadapi Masa Puber dan Baligh Seorang Anak

Tanya: Biasanya masa puber dan baligh disertai guncangan jiwa dan fisik. Bagaimana cara mengubah kondisi ini menjadi sesuatu yang mudah bagi anak?
Jawab: Sesungguhnya masa baligh, yang dalam istilah ilmiah berarti (masa) kematangan organ reproduksi; ketika ia mulai bereaksi dengan menyalurkan hormon-hormon tertentu pada sebagian anggota tubuh sehingga menimbulkan dorongan seksual. Sebagian hormon itu berhubungan dengan jenis kelamin laki-laki dan sebagian lagi berhubungan dengan jenis kelamin perempuan. 

Sabtu, 16 September 2017

Merayakan Masa Taklif


Tanya: Akhir-akhir ini tersebar kebiasaan di sekolah-sekolah untuk mengadakan proses inisiasi bagi anak-anak yang baru memasuki masa taklif. Bagaimana Anda memandang fenomena ini?

Jumat, 15 September 2017

Taklif, Dewasa, dan Baligh



Tanya: Apa defnisi taklif itu?
Jawab: Taklif (kewajiban keagamaan) berarti bahwa manusia menjadi bertanggung jawab di hadapan Allah atas apa yang dilakukan dan apa yang ditinggalkannya. Ketika manusia sampai pada tahap memiliki tanggung jawab dihadapan Allah, maka dia berhak beroleh pahala atau siksa atas perbuatan taat atau maksiat yang dilakukannya.[]

Kamis, 14 September 2017

Menyiapkan Masa Taklif untuk Anak



Tanya: Taklif berdasarkan hukum-hukum syariat merupakan tahap utama dari kehidupan manusia. Akan tetapi, kita melihat bahwa pada umumnya keluarga tidak memberikan perhatian yang semestinya pada tahap taklif ini. Mengapa? 
Tawab: Sebenarnya, pengabaian ini adalah masalah kesadaran. Terdapat sebuah perasaan di kalangan ayah dan ibu bahwa dunia kebapakan dan keibuan adalah dunia yang berhubungan dengan jasad, bukan ruh; berhubungan dengan dunia, bukan akhirat. Sementara, kita tahu bahwa al-Quran menekankan poin ini dalam firman Allah: “Dan peintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalarn mengerjakannya” (QS Thaha: 132). 

Rabu, 13 September 2017

Lenyepaneun: Akhir Manusia

Semua manusia berakhir sama. Orang kaya dan miskin pun sama: berakhir dengan kematian dan dikuburkan. Setelah itu mereka dilupakan dan tidak ada.

Cendekiawan, ulama, murid, pengemis, presiden, menteri, direktur, dan lainnya pun sama. Orang yang hidup di dunia berakhir dengan kematian. Setelah itu tiada. Yang asalnya "tiada" (karena belum lahir) kemudian menjadi "ada" (melalui kelahiran ke dunia) dan kembali "tiada" (dengan kematian).